Jumat, 29 Mei 2015

CARA TERBAIK ADALAH MEMULAI !!!

Sering kita menunggu waktu yang tepat untuk memulai sesuatu, dan ternyata waktu yang tepat itu tidak pernah datang.

Bila kita tidak tahu waktu yang tepat untuk memulai sesuatu, maka sesuatu itulah yang harus tepat.

Ketepatan pilihan tindakan dan KESUNGGUHAN BERTIDAK-lah yang menjadikan waktu apa pun disebut WAKTU YANG TEPAT.

Sudah berapa banyak orang di antara kita yang sekarang sedang terbakar oleh ide-ide besar, namun tertahan oleh BAKAT kita yang HEBAT, yaitu MENUNDA.
Mengapa tidak sekarang ?

Betapa sering kita tidak memulai sesuatu karena kita belum memiliki ini atau itu. Padahal untuk memulainya tidak dibutuhkan ini atau itu.

Bila semua halangan/rintangan yang mungkin terjadi harus disingkirkan terlebih dulu, maka kapankah kita bisa mulai?

"Lebih baik kita gagal mengupayakan sesuatu yang baik, daripada
BERHASIL TIDAK MELAKUKAN APA PUN"

Dan kita semua tahu bahwa kita harus memulai.

Sesungguhnya, "CARA TERBAIK untuk MULAI adalah MULAI".

Jadi : "Kita dapat Sampai hanya karena Kita Berangkat".
Maksudnya : "Kita dapat mewujudkannya hanya karena Kita Memulainya".
Maka bila tidak sekarang memulai, lalu kapan?"


"JANGAN MENUNDA sesuatu yang baik"

Rabu, 05 November 2014

5 TIPS MENGEVALUASI SEBUAH BISNIS

Aha.....
Bismillahirrahmanirrahim

Kali ini saya akan menyampaikan 5 hal untuk mengevaluasi bisnis yang kita miliki. Apa aja, yuk simak lanjutannya ^_^

Kadang-kadang kita terjebak pada sebuah ide bisnis sebelum kita mengetahui apakah bisnis tersebut baik dijalankan ato tidak. Hal ini yang membuat kita terpaku pada suatu gagasan sehingga kita sulit melepaskannya meskipun tidak sesuai rencana.

5 Tips berikut untuk mengevaluasi sebuah bisnis:
  1. RISIKO >> Resiko apa yang harus kita ambil untuk membuat ide ini TEREALISASI? Pertanyaan ini sangat penting ketika kita mempunyai sebuah ide untuk direalisasikan. Kemudian, Berapa besar biaya produksi? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat ide ini berjalan? Apakah kita perlu mempersiapkan sesuatu yang lain? Apakah harus menambah biaya untuk bisnis? misal, menyewa toko, membuat web, sewa karyawan, dll. Ingat. Bisnis selalu beresiko ! Hampir mustahil untuk memprediksi hasil dari setiap ide bisnis yang dimiliki, karena sangat sulit memprediksi perilaku manusia (bagaimana mereka akan merespon). Anda bisa melakukan sebuah survei dari semua teman dan menanyakan apakah ide bisnis tersebut bagus, dan 100% dari mereka bisa mengatakan “ya”. Tapi ketika Anda melakukan eksekusi ide ini ke pasar, yang didapatkan adalah kegagalan. Apakah responden survei berbohong? Mungkin tidak. Mereka sama seperti Anda, tidak dapat menebak bagaimana konsumen berperilaku sepanjang waktu. Jika Anda adalah tipe orang yang benar-benar tidak menikmati risiko, memulai bisnis mungkin tidaklah cocok.
  2. TARGET PASAR >>  Apa kita memilikinya? Tidak peduli seberapa hebat ide kita, jika  tidak siapa pun yang akan membeli, maka menjadi tak berarti. Anda perlu  menentukan target pasar untuk produk. Pikirkan tentang hal ini. Di mana produk akan dijual? Siapa yang akan menyukai produk? Di mana mereka? Ada dua pilihan disini. Anda dapat mendistribusikan produk tersebut ke ritel, atau membangun toko sendiri. Bisa juga dengan membuat model bisnis online, website adalah toko virtual. Isilah dengan apa saja yang membuat pembaca tertarik dengan produk Anda.
  3. PERMINTAAN >>; Apa ada ruang di pasar untuk produk kita? Ada banyak versi yang berbeda dari permintaan konsumen. Ada jenis barang yang kita beli karena kita membutuhkan (misal ; popok bayi). Beberapa hal yang kita beli karena kita ingin mereka (misal ; televisi layar besar). Dan beberapa hal yang kita beli karena kita membutuhkan mereka dan kita menyukai mereka (misal ; pakaian, merek roti favorit atau makanan favorit, dll). Pertimbangkan kemana arah ide Anda. Bagaimana bisa membuat ide bisnis berjalan lebih lancar? Apakah orang lain melakukan suatu hal yang sama? Apa yang membuat ide tersebut menjawab permintaan dengan lebih baik? Jika permintaan saat ini tidak ada, dapatkah dilakukan di masa depan?
  4. MASA DEPAN >> Akankah ide ini bekerja dalam jangka panjang? Ini adalah pertanyaan yang sangat sulit, karena masa depan tidak bisa diketahui secara pasti. Pikirkan tentang ide bisnis kita. Apakah itu bergantung pada sumber daya yang sangat spesifik yang mungkin tidak tersedia dalam waktu dekat? Apakah ide kita memakan waktu, dari sudut pandang produksi, Kita tidak tahu apakah ada sumber daya untuk menghasilkan pada tingkat itu selama bertahun-tahun yang akan datang? Dapatkah produk tersebut ditingkatkan? Jika memulai sebuah bisnis, kemudian pada titik tertentu kita mengantisipasi lonjakan permintaan dengan menyewa karyawan tambahan, apakah mampu membayar biaya tambahan pada tingkat itu?
  5. CINTA >>; Apakah kita menyukai ide bisnis ini? Kebanyakan orang memulai dengan pertanyaan ini. Jika Anda tidak akan membeli produk atau menggunakan layanan ini , maka apa yang membuat orang lain berpikir akan melakukannya? Ide-ide yang baik lahir dari gairah, cinta, dan kerja keras. Jika Anda sudah melewati empat  pertanyaan pertama tapi kemudian menemukan bahwa tidak benar-benar cinta dengan ide itu, mungkin masih menjadi ide yang baik, namun bukanlah ide yang tepat jika direalisasikan. Hematlah sumber daya untuk memuaskan passion Anda. Memulai bisnis memang tidak mudah, ketika kita sudah menemukan ide bisnis, tapi ternyata ada banyak hambatan untuk merealisasikannya. Inilah tantangan yang harus dihadapi dan dilewati oleh para pengusaha sukses. Dengan memahami tips-tips di atas, semoga ide bisnis Anda dapat menjadi keberuntungan di masa depan.

========================================================================

Kami perkenalkan sebuah ide bisnis dari seorang Ustad Yusuf Mansur.
Informasi Silakan klik DISINI



Selasa, 21 Oktober 2014

PANGGILAN SAYANG


Panggilan buat anak… Yaa Nuuro ‘Ainayya… Wahai cahaya mataku… Ta’aal hunaa… Mari sini…
Atau coba jajal panggil… Yaa Mubasysyirol qolbi… Wahai yg menggembirakan hati… Ta’al ilaa hunaa… Mari sini…
Manggilnya jangan dg panggilan yg macem2, sia2, apalagi sampe punya arti kaco…
“Eh, geblek… Sini Luh…”.
Jangan. Tar anak beneran geblek.
“Cantiiiikkk… Sini Naaak… Cantik yg salehah… Sini sayang…” Gini nih panggil anak.
Nanti anak akan jawab…
“Iyaaa Ibuk cantiiikkk… Yg kecantikannya menerangi seisi rumah…”
Atau anak akan jawab, “Iya ibuk yg salehah, yg dirindukan Rasul saat nanti bertemunya..”
Kalau lg marah, marahlah seperti ibunya imam sudais…
“Idzhab anta. Ilaa masjidil haroom. Kun imaaman hunaak.”
Keren banget dah.

Marah aja jadi doa. “Pergi sana ke masjidil harom. Jadi imam sono…”
Gitu kata ibunya imam sudais. Umur 24th, imam sudais jd imam beneran.
Jangan sampeeee nyebut anak, sbg anak syetan pas lagi marah… “Anak syetan nih emang…”.
Dia ga sadar, itu anaknya sendiri. Berarti?

Panggil suami… “Kakanda sayang….”. Suaminya jawab, “Iye peyaaaanggg…”.
Aaaah, payah dah. Istri udah mau bermanja2. Jadi berantem, hehe
Sumpahin anak tuh begini yg cakep: “Emak sumpahin kamu 17 turunan ke bawah, kaya2, lagi saleh…”
Nah, turunan ke-18 ke atas, sumpahin lg.
Panggil ustadznya apa? “Ustadz Yusuf yg baik hati, tidak sombong, lagi rajin menabung…?” He he he he…
“Wahai Australia, tetangga kami yang baik hati, yang udah ngasih banyak kemudahan sdr2 kami di sana… Wahai Australia yg akhlaknya baik…”
Gitu tuh manggil Australia…
“Wahai Australia, yg sapi2nya banyak kami terima di sini…”
Walikota Bandung, keren… Sikapnya thd Australia, manteb.

Panggil presiden kita, menteri2nya, pejabat2 kita, dengan panggilan2 yg baik. Jadi doa buat beliau2. Semoga.
anggil tetangga: “Eh tetanggaaa… Rapih amat siiiihhh… Mau kemanaaa? Ke pasar?”.
InsyaaAllah tetangga, bakal gorengin ikan daaah.
Nabi memanggil ‘Aisyah, istrinya, dg panggilan: “Yaa Humaira… Wahai yg pipinya kemerah2an…”
Dahsyat ! InspiringHusband banget.

Coba panggil istri: “Yaa Humaira…”.
He he, dia bakal sewot… “Siape tuh…? Cewek mana…? Jgn macem2 yeee…”
Hehe, ga ngatri dia…
Rasul emang subhaanallaah dah…
Suatu saat, beliau datang, mencari menantunya… Sayyidinaa ‘Ali Karramallaahu wajhah.
Yg ada di rumah, hanya Faathimah. Imam ‘Ali, ga ada.
“Di mana putra pamanku yg kumuliakan…?”
Lihat. Beliau menyebut Imam ‘Ali begitu.

Beliau itu Rasul. Bukan hanya mertua. Tapi begitu sopan dalam memanggil nama atau menyebut nama menantunya. MaasyaaAllah.
Subhaanallaah kan?
Dan Nabi pun menyusul. Menyusul Imam ‘Ali.
Luar biasa.
Mertua loh.
Rasul lagi.
Nyusul menantu. Padahal beliau bisa banget manggil.

Besok cerita2 di Istiqlal, ttg ini aja ya? Ttg Nabi, ‘Aisyah, Faathimah, dan ‘Ali? Keren. Saya suka nangis kalo inget beliau2 semua.

“Wahai suamiku, jgn ada yg memandikan aku stlh wafatnya diriku… Kecuali engkau…”
Begitu pinta Faathimah, kepada Imam ‘Ali. *merinding.


Senin, 16 Desember 2013

CINTA ATO NAFSU ???


Banyak yang merasa dirinya mencintai dan berkorban, namun sebetulnya itu hanya nafsu yang menuntut korban.
Banyak yang merasa dirinya dicinta dan disayangi, namun sebetulnya ia hanya dimanfaatkan dan merusak diri.
Bukan cinta bila tangguung jawab saja ia tak berkenan, nafsulah yang berbuat tanpa banyak pikir di depan jalan.
Kata-kata dirangkai jadi janji namun tanpa jaminan apapun, engkau merasa dicinta namun di depan hanya ada penyesalan.
Hari ini canda tawa masih ada karna ada nafsu yang dirasa, esok hari bila sudah direnggut habis lantas apa yangg tersisa ?
Siapa yang menjamin cinta terus ada tanpa lekang ? Siapa jamin akan terus ada diantaranya kasih sayang?
Sesungguhnya hanya Allah saja, Dialah pemberi kasih dan sayang.
Sungguh yang beriman dan beramal shaleh, Allah yang Maha Pengasih akan menanamkan pada hati mereka kasih sayang.
Maka hanya dengan menaati Allah semata, seorang hamba peroleh kemampuan mencinta.
Sungguh hanya dengan menaati Allah saja, maka seorang hamba menjadi layak dicinta.
Mencintai dalam ketaatan adalah mencintai ketaatannya, dicintai karena Allah adalah dicintai karena ketaatanmu.
Mencintai karena ketaatan itu indah karena berpahala, dicinta karena Allah itu menenangkan sebab tanpa dosa.
Jangan bilang cinta kalau tiada taat, jangan rasa dicinta bila diajak maksiat.

Sumber Inspirasi ... tweet Ust. @felixsiauw

Rabu, 11 Desember 2013

PAKAIAN SEBAGAI PENUTUP AURAT


Pakaian itu yang penting fungsi, bukan sebagai penentu gengsi.

Sedangkan fungsi utama pakaian itu adalah penutup aurat dan ketaatan, bukan justru jadi penentang Allah dan jadi perhiasan.

Sederhanakan hijab agar terjaga diri, lebarkan kerudung dan luaskan jilbab.

Karena cara berpakaian akan menentukan cara berpikir seseorang cara berpikir juga menentukan bagaimana berpakaian seseorang.

Sederhanakan hijab, jangan persulit dengan pernak-pernik. Niscaya pikiran dan hati pun akan mengikuti tenang dan baik.

Selayaknya iman itu sederhana, begitu juga taat itu sederhana, hijabmu juga jadilah sederhana


Sumber Inspirasi Ust. @felixsiauw
(pengingat buat diri pribadi)